<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ngadimin.Com &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://ngadimin.com/kategori/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngadimin.com</link>
	<description>Tutorial Seputar Sistem Administrasi di Linux dan OS lainnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Jan 2010 15:56:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>TIPS: Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash</title>
		<link>http://ngadimin.com/2010/01/25/tips-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2010/01/25/tips-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 17:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[locking]]></category>
		<category><![CDATA[script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1522</guid>
		<description><![CDATA[Tips sederhana untuk membuat locking, agar skrip yang dijalankan via cron tidak dijalankan berkali-kali, alias hanya satu proses dalam satu saat bersamaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Misal Anda ingin menjalankan sebuah proses melalui cron secara rutin tiap sekian menit sekali. Anda juga harus memastikan proses tersebut tidak dijalankan lebih dari satu proses bersamaan. Misal, karena saat eksekusi skrip pertama kali belum selesai, lalu skrip keburu dijalankan lagi oleh cron. Dan itu tidak boleh.</p>
<p>Solusi sederhana untuk permasalahan Anda adalah dengan menggunakan file locking sederhana.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text" style="font-family:monospace;">#!/bin/bash
&nbsp;
LOCKFILE=&quot;/tmp/skrip.lock&quot;
&nbsp;
if [ -e &quot;$LOCKFILE&quot; ] ; then
    echo &quot;Ada file lock. Mungkin skrip sedang dijalankan.&quot;
    exit 1
fi
&nbsp;
touch $LOCKFILE
&nbsp;
#
# disini Anda bisa tulis proses yang ingin dijalankan, misalnya:
# - rsync utk backup
# - rdiff-backup
# - scp 
# - dll
&nbsp;
&nbsp;
# setelah proses selesai dijalankan, hapus file lock.
rm -f $LOCKFILE</pre></div></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2010/01/25/tips-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Merekam Tulisan di Terminal dengan Script</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/10/19/tips-merekam-tulisan-di-terminal-dengan-script/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/10/19/tips-merekam-tulisan-di-terminal-dengan-script/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 13:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[script]]></category>
		<category><![CDATA[terminal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1362</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Anda ingin mencatat tahapan atau perintah-perintah apa saja yang Anda ketikkan di terminal ketika melakukan instalasi sebuah aplikasi. Mungkin untuk keperluan dokumentasi, atau untuk melengkapi laporan tugas dari sekolah atau tempat kuliah. 

Linux sudah menyediakan aplikasi untuk keperluan tersebut. Jadi Anda tidak perlu mencatat secara manual apa yang sudah tertulis di layar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk merekam atau mencatat apa-apa yang tampil di terminal, Anda bisa menggunakan <code>script</code>. Caranya ketik perintah script, lalu baru mulai sesi yang akan direkam.</p>
<pre>script</pre>
<p>Untuk keluar dari sesi script, Anda cukup tekan CTRL + d secara bersamaan (^d).</p>
<p>Defaultnya jika Anda mengetikkan perintah script saja, tanpa opsi tambahan lainnya, maka semua yang tampil di layar akan di catat di berkas typescript, yang disimpan di direktori tempat perintah script di jalankan.</p>
<p>Jika Anda ingin menyimpan catatan di berkas yg berbeda, jalankan dengan opsi tambahan nama berkas. Seperti contoh di bawah ini.</p>
<pre>script /home/cecep/catatan.txt</pre>
<p>Maka berkas script akan disimpan di <code>/home/cecep/catatan.txt</code>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/10/19/tips-merekam-tulisan-di-terminal-dengan-script/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Mencatat Berapa Lama Suatu Perintah Dijalankan</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/10/12/tips-mencatat-berapa-lama-suatu-perintah-dijalankan/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/10/12/tips-mencatat-berapa-lama-suatu-perintah-dijalankan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 17:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[command]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[time]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1353</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin ingin mengetahui berapa lama proses transfer berkas dari satu server ke server lainnya. Atau mungkin Anda ingin mengetahui, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengconvert satu DVD ke format mp4. Ikuti tipsnya di tulisan ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Caranya mudah, dengan menggunakan perintah <code>time</code>, Anda bisa mengetahui berapa lama satu perintah dijalankan.</p>
<p>Contoh, untuk mengetahui berapa lama waktu yang digunakan untung mengkompres satu berkas iso menggunakan bzip2.</p>
<pre>time bzip2 xpud-0.9.iso 

real	0m16.091s
user	0m15.016s
sys	0m0.364s</pre>
<p>Dari hasil di atas, bisa dilihat, waktu yang diperlukan adalah selam 16.091 detik. </p>
<p>Contoh lain, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mentransfer satu berkas iso.</p>
<pre>time scp xpud-0.9.iso cecep@mawar:~</pre>
<p>Jadi cukup menambahkan perintah time di awal perintah yang akan Anda jalankan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/10/12/tips-mencatat-berapa-lama-suatu-perintah-dijalankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Memperbarui Temporary License untuk RDP Client</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/10/05/tips-memperbarui-temporary-license-untuk-rdp-client/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/10/05/tips-memperbarui-temporary-license-untuk-rdp-client/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 04:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[rdp]]></category>
		<category><![CDATA[terminal server]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda tidak memiliki Terminal Server License server, Terminal Server akan memberikan license sementara yang bisa digunakan oleh client untuk terkoneksi ke terminal server. Tapi license yang diberikan ke RDP client itu, sifatnya hanya sementara dibatasi hanya untuk 120 hari atau bahkan kurang dari itu. Bagaimana cara memperbarui lisensi sementara ini? Silakan baca tulisan ini selengkapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="toc-solusi-untuk-client-windows-ubah-registry">Solusi untuk Client Windows: Ubah Registry</h3>
<p>1. Masuk ke: Start &#8211; Run&#8230; &#8211; Ketik: regedit</p>
<p>2. Masuk ke: <code>HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\MSLicensing\Store</code></p>
<p>3. Cari folder yang mengandung kata <code>LICENSE</code> yang ada di folder <code>Store</code>, dan jika Anda menemukannya, hapus folder tersebut.</p>
<p>4. Coba login kembali menggunakan RDP client, seharusnya Anda bisa kembali mengakses Terminal Server Anda.</p>
<h3 id="toc-solusi-untuk-client-mac-osx-hapus-beberapa-folder">Solusi untuk Client Mac OSX: Hapus Beberapa Folder</h3>
<p>Jalankan perintah berikut (hati-hati jangan salah menghapus folder). Jika diminta password, masukkan password user yang Anda gunakan.</p>
<pre>sudo rm -rf /Users/Shared/Microsoft/RDC\ Crucial\ Server\ Information/*</pre>
<h3 id="toc-solusi-untuk-linux-pakai-grdesktop">Solusi untuk Linux: Pakai grdesktop</h3>
<p>Di Ubuntu install terlebih dahulu.</p>
<pre>sudo apt-get install grdesktop</pre>
<p>Untuk menjalankannya cari di menu, Applications -> Internet -> Remotedesktop Client. Lalu cari bagian tab extended, isi di bagian Fake clientname dengan hostname sesuka Anda. </p>
<p>Kalau saya biasanya menambah angka dibelakang hostname saya. Misal, hostname saya ngadimin, maka saya ubah menjadi ngadimin01. Lalu jika licensenya expire kembali, saya isi Fake clientname dengan ngadimin02 dst. Mudah kan <img src='http://ngadimin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1328" class="wp-caption aligncenter" style="width: 421px"><img src="http://ngadimin.com/wp-content/uploads/2009/10/grdesktop.png" alt="Remotedesktop Client" title="grdesktop" width="411" height="565" class="size-full wp-image-1328" /><p class="wp-caption-text">Remotedesktop Client</p></div>
<p>Atau jika Anda termasuk yang lebih menyukai command line, gunakan rdesktop dengan opsi tambahan -n.</p>
<pre>rdesktop -n nama-hostname-baru ip-atau-hostname-server-tujuan</pre>
<h3 id="toc-solusi-untuk-semua-os-ganti-hostname">Solusi untuk Semua OS: Ganti Hostname</h3>
<p>Ya, ganti hostname komputer Anda. Lalu restart komputer (jika diperlukan), dan seharusnya Anda bisa terkoneksi kembali via RDP ke Terminal Server Anda.</p>
<p>Cara kerjanya mirip dengan Fake clientname. Tapi ini adalah cara yang lebih repot dan kurang praktis. Gunakan hanya saat kepepet atau lupa cara-cara lainnya.</p>
<h3 id="toc-jika-sudah-memasang-terminal-server-license">Jika sudah memasang Terminal Server License</h3>
<p>Menggunakan Add/Remove Windows Component, remove komponen Terminal Server Licensing, setelah itu add kembali. Atau, gunakan skrip sederhana di bawah ini. Simpan sebagai .bat script, lalu jalankan.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text" style="font-family:monospace;">cls
REM *******************************************
REM ***** Renew Terminal Service Licensing ****
REM *********** by Ronald Gautama *************
REM *******************************************
&nbsp;
net stop TermServLicensing
del /q %SystemRoot%\System32\LServer\TLSLic.edb
net start TermServLicensing</pre></div></div>

<h3 id="toc-beli-lisensi-resmi">Beli Lisensi Resmi</h3>
<p>Cara-cara di atas, mungkin tergolong yang kurang direstui oleh pihak Microsoft. Jadi untuk solusi yang terbaik, silakan Anda membeli lisensi untuk client terminal server.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/10/05/tips-memperbarui-temporary-license-untuk-rdp-client/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Membuat Swap File</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/09/28/tips-membuat-swap-file/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/09/28/tips-membuat-swap-file/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 23:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[file]]></category>
		<category><![CDATA[swap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Saat menginstall linux Anda lupa menambahkan partisi untuk swap. Atau suatu saat Anda membutuhkan swap yang besarnya melebihi yang sudah Anda alokasikan di partisi swap. Tenang, tidak perlu install ulang atau tambah harddisk baru, gunakan saja partisi yang tersedia. Lalu buat berkas swap.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="toc-untuk-membuat-swap-file">Untuk Membuat Swap File</h3>
<p>1. Tentukan besar dari berkas swap yang ingin dibuat dalam satuan mega bytes dan kalikan dengan 1024 untuk mendapatkan jumlah blocks yang akan dibuat. Sebagai contoh 64 MB berkas swap adalah 65536.</p>
<p>2. Di shell prompt sebagai user root, ketik perintah berikut dengan <code>count</code> sesuai dengan ukuran block yang diinginkan.</p>
<pre>dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1024 count=65536</pre>
<p>3. Buat berkas swap dengan menjalankan perintah:</p>
<pre>mkswap /swapfile</pre>
<p>4. Untuk mengaktifkan berkas swap sekarang juga, tanpa harus booting ulang:</p>
<pre>swapon /swapfile</pre>
<p>5. Untuk mengaktifkan saat booting, sunting berkas <code>/etc/fstab</code>, dan tambahan baris berikut:</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="text" style="font-family:monospace;">/swapfile swap swap defaults 0 0</pre></div></div>

<p>Pada proses booting berikutnya, berkas swap akan diaktifkan sebagai sistem swap.</p>
<p>6. Setelah menambahkan berkas swap baru dan mengaktifkannya, periksa apakah sudah benar-benar aktif dengan melihat keluaran dari perintah <code>cat /proc/swaps</code> atau dengan menjalankan perintah <code>free</code>.</p>
<h3 id="toc-tautan">Tautan</h3>
<p><a href="http://www.centos.org/docs/5/html/5.2/Deployment_Guide/s2-swap-creating-file.html">RHEL 5 Deployment Guide: Creating a Swap File</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/09/28/tips-membuat-swap-file/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Persiapan Admin Sebelum Mudik</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/09/15/tips-persiapan-admin-sebelum-mudik/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/09/15/tips-persiapan-admin-sebelum-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 19:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[admin]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1200</guid>
		<description><![CDATA[Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum Anda mudik, agar liburan Anda tidak terganggu dengan masalah server atau troubleshooting seputar layanan online yang Anda kelola.

Admin juga manusia, berhak untuk mudik. Tapi tetap harus dipersiapkan agar segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik ketika Anda mudik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="toc-cek-server-dan-layanan-di-server-tersebut">Cek Server dan Layanan di Server Tersebut</h3>
<p>Seharusnya ini adalah pekerjaan rutin seorang Admin. Mengecek kondisi server dan layanan yang ada di dalamnya. Tapi ketika Anda berniat untuk meninggalkan server tersebut agak lama, sebaiknya Anda memeriksa kondisi server tersebut lebih intensif lagi. Maksudnya agar bisa memastikan, disaat server tersebut ditinggal mudik, layanan online yang ada disana tidak terganggu.</p>
<p>Sebaiknya proses pengecekan server-server dan layanan ini sudah dilakukan seminggu sebelum Anda pergi. Dan diperiksa kembali sehari sebelum Anda berangkat mudik.</p>
<h3 id="toc-buat-cek-list-layanan-yang-harus-tetap-online-berdasarkan-skala-prioritas">Buat Cek List, Layanan yang harus tetap online berdasarkan skala prioritas</h3>
<p>Buat daftar layanan yang harus tetap online dan bisa diakses walaupun semua karyawan di kantor Anda libur. Dari daftar layanan tersebut, Anda bisa mengelompokkan server-server mana yang <em>critical</em>, yang tidak boleh bermasalah saat Anda berlibur.</p>
<p>Kalau perlu server-server tersebut mendapatkan prioritas <em>backup power/UPS</em> yang lebih dari pada server-server lainnya. Dan layanan yang tidak diperlukan, bisa Anda matikan untuk menghemat listrik dan sumber daya lainnya.</p>
<h3 id="toc-periksa-kelengkapan-datacenter">Periksa kelengkapan Datacenter</h3>
<p>Periksa suhu ruangan, kelembaban di datacenter Anda. Apakah AC kurang dingin, kotor dsb. Kalau perlu AC untuk ruangan datacenter di service sebelum Anda tinggal mudik.</p>
<p>Jika memungkinkan, buatlah monitoring suhu ruangan agar bisa diakses dari Internet. Sehingga kalau suhu ruangan tiba-tiba melebihi batas normal, Anda bisa segera mengetahuinya.</p>
<p>Cek juga server-server misalnya, kipas-kipas di PSU atau di <em>processor</em>. Kadang masalah kipas ini bisa membuat server kepanasan dan crash mendadak.</p>
<h3 id="toc-siapkan-beberapa-koneksi-internet-untuk-di-kampung">Siapkan Beberapa Koneksi Internet untuk di Kampung</h3>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1213" style="border: 1px solid black; margin-top: 20px; margin-bottom: 20px;" title="Link" src="http://ngadimin.com/wp-content/uploads/2009/09/rantai.png" alt="Link" width="600" height="330" /></p>
<p>Walaupun Anda berlibur, kadang Anda harus tetap bisa memonitor kondisi server-server Anda dari jauh. Atau mungkin Anda tiba-tiba butuh proses <em>troubleshooting</em> dari jauh. Untuk itu, jangan lupa agar menyiapkan koneksi internet yang bisa digunakan di kampung Anda.</p>
<p>Jangan terlalu mengandalkan ke satu koneksi saja, kalau bisa siapkan beberapa koneksi cadangan. Misal, kalau Anda sudah berlangganan layanan internet 3G, siapkan juga layanan <em>dialup</em> (jika di kampung ada telepon rumah tetap). Dan jangan lupa untuk mencatat cara mengkonfigurasi layanan tersebut.</p>
<p>Pernah suatu ketika, saya ingin menggunakan layanan telkomnet instant, ternyata saya lupa nomor yang harus di dial, untungnya saya teringat jingle iklannya waktu itu, jadi bisa melakukan dial.</p>
<h3 id="toc-buat-atau-atur-jadwal-piket">Buat atau Atur Jadwal Piket</h3>
<p>Jika Anda bekerja dalam tim, atur jadwal mudik Anda dan tim Anda. Misal untuk mensiasati agar server selalu ada yang standby di sekitar datacenter/kantor, atur jadwal keberangkatan mudik dan pulang. Salah satu berangkat lebih awal, tapi pulang lebih cepet. Dan lainnya berangkat lebih telat, tapi pulang lagi bisa lebih telat juga.</p>
<p>Jika memang kebutuhan server atau layanan online butuh ada yang <em>stand-by</em> 24 jam, pastikan juga pengaturan jadwalnya dengan baik.</p>
<h3 id="toc-siapkan-panduan-troubleshooting-sederhana">Siapkan Panduan Troubleshooting Sederhana</h3>
<p>Jika yang <em>stand-by</em> adalah teknisi yang kurang menguasai server-server atau layanan yang dia jaga, Anda harus siapkan panduan singkat untuk teknisi tersebut. Fungsinya agar dia bisa melakukan proses pengecekan awal, sebelum akhirnya minta bantuan Anda untuk proses troubleshooting lebih lanjut.</p>
<p>Panduan troubleshooting juga sebaiknya dilengkapi dengan contact list, pihak mana saja yang harus dihubungi untuk proses troubleshooting.</p>
<h3 id="toc-berdoa">Berdoa</h3>
<p>Ya berdoa, agar semuanya berjalan dengan lancar. Kadang kita tidak bisa memprediksi hal-hal yang diluar kemampuan kita. Misalnya, tiba-tiba PLN dengan santainya mematikan aliran listrik, padahal di datacenter kita tidak dilengkapi dengan generator (misalnya), maka ya sudahlah siap-siap server mati, dan berharap server bisa otomatis up kembali dengan baik.</p>
<p>Atau masalah lainnya, tiba-tiba koneksi internet ke datacenter bermasalah, dan lainnya. Dan tentu saja itu adalah hal-hal yang tidak kita inginkan. Jadi berdoalah, agar datacenter Anda terhindar dari masalah-masalah seperti itu.</p>
<p>Selamat mudik buat temen-temen Sys Admin atau Network Admin. Semoga Anda bisa menikmati liburan bersama keluarga tercinta tanpa ada gangguan karena masalah server atau jaringan di kantor Anda <img src='http://ngadimin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/09/15/tips-persiapan-admin-sebelum-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Shutdown, Reboot, Halt dan PowerOff</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/09/14/tips-shutdown-reboot-halt-dan-poweroff/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/09/14/tips-shutdown-reboot-halt-dan-poweroff/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 14:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[halt]]></category>
		<category><![CDATA[reboot]]></category>
		<category><![CDATA[shutdown]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Berkenalan dengan perintah shutdown, reboot dan halt. Perintah-perintah tersebut biasa digunakan untuk proses mematikan atau melakukan restart/reboot server di Linux.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="toc-shutdown">shutdown</h3>
<p>Shutdown pada jam 9:00.</p>
<pre>shutdown 9:00</pre>
<p>Shutdown 10 menit ke depan.</p>
<pre>shutdown +10</pre>
<p>Shutdown sekarang, kemudian restart.</p>
<pre>shutdown -r now</pre>
<p>Menampilkan pesan peringatan kalau server akan dimatikan.</p>
<pre>shutdown -k +2 'Server akan dimatikan dalam 2 menit lagi!'</pre>
<p>Shutdown sekarang dan matikan.</p>
<pre>shutdown -h now</pre>
<p>Membatalkan shutdown.</p>
<pre>shutdown -c</pre>
<h3 id="toc-reboot">reboot</h3>
<p>Mirip dengan <code>shutdown -r now</code>, shutdown sekarang dan restart.</p>
<pre>reboot</pre>
<h3 id="toc-halt">halt</h3>
<p>Mirip dengan <code>shutdown -h now</code>, shutdown dan matikan.</p>
<pre>halt</pre>
<h3 id="toc-poweroff">poweroff</h3>
<p>Mirip dengan <code>shutdown -h now</code> atau <code>halt</code>, shutdown lalu matikan dan kalau hardware mendukung, matikan juga powernya.</p>
<pre>poweroff</pre>
<h3 id="toc-bonus-telinit">BONUS: telinit</h3>
<p>Untuk system yang menggunakan runlevel, Anda bisa berpindah dari satu runlevel ke runlevel berikutnya dengan perintah <code>telinit</code>. </p>
<p>Misal di RedHat, runlevel 6 adalah reboot. Maka ketika Anda menjalankan perintah di bawah ini, maka aksi yang dijalankan mirip dengan reboot.</p>
<pre>telinit 6</pre>
<p>Silakan lihat artikel di wikipedia yang memuat daftar lengkap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Runlevel">runlevel di berbagai disto linux</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/09/14/tips-shutdown-reboot-halt-dan-poweroff/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Tuning konfigurasi MySQL server dengan MySQLTuner</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/09/07/tips-tuning-konfigurasi-mysql-server-dengan-mysqltuner/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/09/07/tips-tuning-konfigurasi-mysql-server-dengan-mysqltuner/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 14:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[mysqltuner]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi]]></category>
		<category><![CDATA[skript]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Cara mudah untuk mengoptimalkan konfigurasi mysql server Anda. Skrip mysqltuner ketika dijalankan akan memberikan opsi apa saja yang bisa dioptimalkan berdasarkan penggunaan database mysql Anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Caranya unduh skrip mysql tuner.</p>
<pre>wget -O mysqltuner.pl http://tools.assembla.com/mysqltuner/browser/mysqltuner.pl?format=txt</pre>
<p>Kemudian ubah mode skrip agar bisa dieksekusi.</p>
<pre>chmod +x mysqltuner.pl</pre>
<p>Dan terakhir langsung jalankan skrip mysqltuner.pl</p>
<pre>./mysqltuner.pl</pre>
<p>Dari keluaran yang muncul di layar, Anda bisa jadikan sebagai bahan acuan untuk lebih mengoptimalkan konfigurasi mysql di server Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/09/07/tips-tuning-konfigurasi-mysql-server-dengan-mysqltuner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Flush DNS Cache</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/08/31/tips-flush-dns-cache/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/08/31/tips-flush-dns-cache/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 15:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[dnscache]]></category>
		<category><![CDATA[flush]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[Tips untuk membuang cache dns. Cara ini biasanya dilakukan saat troubleshooting masalah yang berkaitan dengan resolver dns. Tulisan ini akan membahas bagaimana cara mengosongkan cache dns di Windows, Mac OS X dan di Linux.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="toc-flush-dns-di-mac-os-x">Flush DNS di Mac OS X</h3>
<p>Untuk versi sebelum Leopard, di terminal jalankan perintah berikut.</p>
<pre>sudo lookupd -flushcache</pre>
<p>Untuk Mac OS X Leopard,</p>
<pre>sudo dscacheutil -flushcache</pre>
<h3 id="toc-flush-dns-di-windows-xp">Flush DNS di Windows XP</h3>
<p>Dari command prompt, ketik perintah berikut.</p>
<pre>ipconfig /flushdns</pre>
<h3 id="toc-flush-dns-di-bind9">Flush DNS di Bind9</h3>
<p>Caranya, restart service bind9. Di Debian atau Ubuntu, caranya,</p>
<pre>sudo /etc/init.d/bind9 restart</pre>
<p>Di CentOS atau RHEL, caranya,</p>
<pre>sudo /etc/init.d/named restart</pre>
<h3 id="toc-flush-dns-di-dnsmasq">Flush DNS di dnsmasq</h3>
<p>Sama seperti bind, caranya restart service dnsmasq.</p>
<pre>sudo /etc/init.d/dnsmasq restart</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/08/31/tips-flush-dns-cache/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS: Mewarnai Grep</title>
		<link>http://ngadimin.com/2009/08/24/tips-mewarnai-grep/</link>
		<comments>http://ngadimin.com/2009/08/24/tips-mewarnai-grep/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 22:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[color]]></category>
		<category><![CDATA[grep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau perintah grep juga bisa diberi sedikit warna. Tips ini akan menunjukkan bagaimana cara memberi warna pada karakter yang cocok saat Anda menjalankan perintah grep.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Caranya mudah, gunakan perintah grep seperti di bawah ini.</p>
<pre>grep -i --color=auto</pre>
<p>Misal,</p>
<pre>ps ax |grep -i --color=auto apache2</pre>
<p>Hasilnya, bisa terlihat seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><img src="http://ngadimin.com/wp-content/uploads/2009/08/grep_color.png" alt="Grep Berwarna" title="Grep Berwarna" width="459" height="87" class="aligncenter size-full wp-image-969" /></p>
<p>Untuk lebih memudahkan, masukkan ke dalam berkas <code>.bash_profile</code>, sehingga pada perintah berikutnya Anda cukup menjalankan grep saja (tanpa opsi yang panjang).</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">alias</span> <span style="color: #007800;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">grep</span></span>=<span style="color: #ff0000;">'grep -i --color=auto'</span></pre></div></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.com/2009/08/24/tips-mewarnai-grep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)

Served from: ngadimin.com @ 2010-07-30 10:11:01 -->